RSS

Parameter Kedalaman Meditasi (Metode ESR )

16 Mei

gambar meditasi
ESR Meter adalah alat ukur yang mengukur relaksasi fisik dan menggunakan skala Lesh.
Semakin kecil angka di ESR Meter berarti semakin rilek fisik kita.
Dengan menggunaakn ESR Meter diketahui bahwa relaksasi fisik saat seseorang tidur berkisar antara 13 – 17.
Sedangkan bila dengan meditasi bisa mencapai antara 0 – 5.
Hal ini menjawab mengapa walaupun telah cukup tidur orang sering merasa lelah dan tidak segar saat bangun. Sebaliknya orang yang sering meditasi membutuhkan lebih sedikit tidur dan tubuhnya juga lebih sehat dan segar.
EEG adalah pengukuran dengan menggunakan Mind Mirror. Nah, karena anda tidak punya ESR dan EEG maka yang perlu diperhatikan adalah Pengalaman/Sensasi Subjektif.

Berikut adalah Subjective Landmark:

Level : 0
Pengalaman/Sensasi Subjektif:
· Mungkin mengalami kesulitan untuk mendiamkan pikiran atau pikiran melompat ke sana ke mari tidak terkendali.
· Perasaan gatal, tidak fokus, tidak perhatian.
· Perasaan “Mengapa saya melakukan hal ini?”.
· Mulai rileks.
· Perasaan mulai “tenang”
ESR: 25 – 20
EEG:
· Beta berkesinambungan, sering bersamaan dengan lonjakan gelombang-gelombang yang lain.
· Kemungkinkan alfa muncul sesekali.

Level : 1
Pengalaman/Sensasi Subjektif:
· Kondisi “kabur”.
· Perasaan kurang nyaman.
· Sesasi seperti orang yang dibius/dianestesi.
· Kadang merasa pusing.
· Pikiran dipenuhi dengan kegiatan sehari-hari – sebagai penghindaran terhadap keheningan dalam diri.
· Perasaan akan energi yang tercerai-berai.
· Sensasi hanyut menuju tidur atau tertarik keluar dari tidur.
ESR: 20 – 26
EEG:
· Beta yang sudah agak berkurang, tetapi masih ada.
· Alfa yang muncul sesekali tetapi lebih kuat.

Level : 2
Pengalaman/Sensasi Subjektif:
· Energi yang tercerai berai mulai menyatu.
· Mulai merasakan ketenangan dan rileksasi.
· Gambar mental yang sangat jelas muncul secara tiba-tiba.
· Kilas balik kenangan masa kecil.
· Gambar dari masa lalu yang “lama” dan “baru”.
· Perhatian tidak terlalu terpusat.
· Perasaan berada di antara dua kondisi.
· Kondisi transisi.
ESR: 16 – 14
EEG:
· Beta berkurang
· Alfa semakin kuat – bisa bersifat sinambung
· Teta (frekwensi rendah) muncul sesekali

Level : 3
Pengalaman/Sensasi Subjektif:
· Perasaan stabil yang lebih kuat.
· Kondisi yang pasti.
· Sensasi tubuh yang menyenangkan: merasa mengapung, ringan, bergerak, berguncang.
· Gerakan ritmik yang muncul sesekali.
· Gambar yang semakin banyak dan lebih jelas.
· Meningkatnya kemampuan mengikuti imajinasi terbimbing.
ESR: 14 – 11
EEG:
· Beta sangat berkurang.
· Alfa sinambung
· Kemungkinan teta yang lebih sinambung dengan peningkatan frekwensi dan/atau amplitudo

Level : 4
Pengalaman/Sensasi Subjektif:
· Kesadaran yang sangat kuat terhadap pernapasan.
· Kesadaran yang sangat kuat terhadap detak jantung, aliran darah, dan sensasi tubuh lainnya.
· Perasaan kehilangan batas-batas tubuh (tidak lagi bisa merasakan keberadaan tubuh fisik).
· Perasaan mati rasa di tungkai (lengan dan kaki)
· Perasaan diri dipenuhi oleh udara.
· Perasaan tubuh menjadi sangat besar atau sangat kecil.
· Perasaan tubuh menjadi sangat berat atau sangat ringan.
Kadang berpindah antara kesadaran internal dan eksternal.
ESR: 11 – 8
EEG:
· Beta yang sangat berkurang
· Alfa sinambung
· Teta meningkat

Level : 5
Pengalaman/Sensasi Subjektif:
· Kondisi kesadaran yang sangat tinggi.
· Perasaan puas yang mendalam.
· Sangat sadar/waspada, tenang, dan tidak melekat/terpisah dari keadaan sekeliling.
· Perasaan “lepas” atau hilang dari lingkungan dan atau tubuh.
· Bila menginginkan maka gambaran mental yang muncul adalah sangat-sangat jelas.
· Perasaan kondisi kesadaran yang meningkat, yang tidak terdapat pada level sebelumnya, 0 – 4.
· Perasaan pengalaman puncak, luar biasa, pengalaman “ah-ha”, pemahaman intuitif.
· Kinerja tinggi
ESR: 8 – 5
EEG:
· Penguasaan beta yang sangat baik – mulai dengan tidak adanya pikiran hingga pikiran-pikiran kreatif
· Alfa sinambung
· Teta sinambung

Level : 6
Pengalaman/Sensasi Subjektif:
· Cara baru (berbeda) dalam merasakan sesuatu
· Pemahaman intuitif terhadap masalah sebelumnya, seakan melihat dengan level kesadaran yang lebih tinggi.
· Sensasi dikelilingi oleh cahaya.
· Perasaan kesadaran spiritual yang lebih tinggi.
· Sensasi semuanya tidaklah penting selain kondisi yang dialami saat itu.
· Mengalami kebahagiaan yang luar biasa.
· Mengalami ketenangan yang tak terlukiskan.
· Perasaan akan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai alam semesta.
ESR: 5 – 0
EEG:
Empat pola yang mungkin terjadi:
1. Pikiran yang terbangunkan (beta, alfa, teta, delta)
2. Meditasi optimal (alpha, teta, delta)
3. Sangat sedikit aktifitas listrik otak
4. Pikiran yang berkembang (pola The Awakened Mind, meliputi beta, alfa, teta, dan delta)

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 16/05/2012 in spiritual

 

One response to “Parameter Kedalaman Meditasi (Metode ESR )

  1. ani

    24/12/2013 at 10:41 am

    terimakasihhh . izin share

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: